Dukung Layanan Multisektor, BMKG Terus Lakukan Inovasi Teknologi - Tribun Pontianak

Dukung Layanan Multisektor, BMKG Terus Lakukan Inovasi Teknologi - Tribun Pontianak Rss Online Dukung Layanan Multisektor, BMKG Terus Lakukan Inovasi Teknologi - Tribun Pontianak, Teknologi,

Judul Postingan : Dukung Layanan Multisektor, BMKG Terus Lakukan Inovasi Teknologi - Tribun Pontianak
Share link ini: Dukung Layanan Multisektor, BMKG Terus Lakukan Inovasi Teknologi - Tribun Pontianak

BACA JUGA


Dukung Layanan Multisektor, BMKG Terus Lakukan Inovasi Teknologi - Tribun Pontianak

Dukung Layanan Multisektor, BMKG Terus Lakukan Inovasi Teknologi

PONTIANAK -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan inovasi teknologi dan layanan untuk mendukung berbagai sektor dalam rangka menjaga keselamatan masyarakat dan keberhasilan pembangunan nasional.

Berada dalam zona pertemuan  sabuk gunung api Mediterania dan cincin api Pasifik, serta dipicu oleh pergerakan lempeng-lempeng tektonik yang saat ini makin meningkat aktivitasnya, mitigasi  risiko terhadap keselamatan manusia di wilayah ini sangat perlu ditingkatkan. Penting pula disadari, sebagai negara Kepulauan Maritim, Indonesia juga tidak luput dari dampak  perubahan iklim global, yang berisiko mengacam  ketahanan pangan, air, energi dan  kesehatan.

Lompatan Inovasi Teknologi dan Lompatan  Kapasitas Sumber Daya Manusia di BMKG, mutlak dan mendesak dilakukan  agar mampu nenjawab, mengantisipasi dan mengatasi berbagai tantangan tersebut.

Peringatan HMKG Ke-72 jatuh pada tanggal 21 Juli 2019 dan mengusung tema "Inovasi BMKG untuk Indonesia Sejahtera". Melalui tema tersebut, BMKG berharap inovasi yang dilakukan berhasil mendukung keselamatan dan kesejahteraan rakyat di berbagai sektor, demi mewujudkan keberlanjutan peradaban bangsa.

Dwikorita mengatakan, realitas kekinian planet bumi memacu BMKG menyajikan berbagai informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang cepat, tepat, akurat, dan berkelanjutan dengan format digital yang  didukung "big data analytic" dan "artificial intelligent system". Ia merinci, sedikitnya ada 12 sektor yang membutuhkan data dan informasi tersebut, yakni transportasi, pembangunan infrastruktur, pertanian dan kehutanan, kelautan dan perikanan, tata ruang,  kesehatan, 
pariwisata, pertahanan keamanan, sumber daya air, sumber daya energi dan pertambangan, industri, dan penanggulangan bencana.

Keberadaan Undang-Undang no. 31 tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kata dia, menguatkan posisi dan peran BMKG sebagai lembagan Non-Kementerian, dengan otoritas dan wewenang untuk memberikan pelayanan informasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang dibutuhkan di berbagai sektor di atas.

"Jika kita menengok 72 tahun yang lalu, kata Dia, tepat pada 21 Juli Jawatan Meteorologi dan Geofisika diambil alih oleh Pemerintah Belanda dan namanya diganti menjadi Meteorologisch en Geofisiche Dienst. Sementara itu, ujar Dwikorita, tetap ada juga Jawatan Meteorologi dan Geofisika yang dipertahankan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Bertahannya Jawatan Meteorologi dan Geofisika di Pemerintahan RI inilah yang dijadikan tonggak sejarah hari kelahiran BMKG," paparnya.

Baca: TRIBUNWIKI: Rasakan Nikmat Nasi Goreng Seafood di Cafe Blingkaan

Baca: Perkara Demokrat Kalbar untuk Dapil Kalbar 5 DPRD Provinsi Diputuskan MK Tidak Dilanjutkan

Baca: Lihat Karakter Kamu Lewat Es krim Berikut Ini

Dwikorita menjelaskan "Big Data Analytic" diperlukan untuk memproses secara "real time", super cepat dan otomatis seluruh data observasi dari 179 stasiun BMKG dan 42 radar cuaca di seluruh wilayah Indonesia. Data tersebut kemudian dipadukan dengan data satelit ataupun data global, untuk menghasilkan prakiraan cuaca dengan akurasi mencapai 85 % hingga 100%. Dari 179 stasiun tersebut, 123 diantaranya adalah stasiun meteorologi, terdiri dari stasiun Meteorologi Penerbangan di 100 bandara, 9 stasiun Meteorologi Sipnotik, dan 14 stasiun Meteorologi Maritim, serta 27 Stasiun Klimatologi, dan 31 Stasiun Geofisika.

Lebih lanjut Dwikorita memaparkan berbagai layanan yang telah dihasilkan BMKG, diantaranya untuk program nasional konektivitas melalui moda transportasi udara, laut, dan darat. Pada tahun 2018 lalu, telah dihasilkan layanan informasi meteorologi untuk penerbangan sebanyak 1.822.080 produk,  berupa informasi cuaca penerbangan, dan 1.460 diantaranya merupakan informasi cuaca signifikan bagi penerbangan di 298 bandara. Layanan informasi meteorologi maritim untuk menjamin keselamatan pelayaran sebanyak 15.080 produk. Layanan tersebut meliputi, layanan untuk 111 pelabuhan komersial, 1.129 pelabuhan non-komersial, 914 pelabuhan terminal khusus, dan 250 pelabuhan industri galangan kapal.



Share on Google Plus

- Silly

-.

0 Comments :

Post a Comment