Judul Postingan : Salah Kirim Juga Terjadi di Daerah - Suara Merdeka CyberNews
Share link ini: Salah Kirim Juga Terjadi di Daerah - Suara Merdeka CyberNews
Salah Kirim Juga Terjadi di Daerah - Suara Merdeka CyberNews
- \ SMCetak \ Berita Utama
Salah Kirim Juga Terjadi di Daerah
Distribusi Surat Suara Pemilu
- Thu, 21 Mar 2019 - 03:14 WIB
- 122
JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum mengakui bahwa kesalahan pengiriman surat suara Pemilu 2019 bukan hanya terjadi di luar negeri, tetapi juga di beberapa daerah di Indonesia yang letaknya berdekatan.
”Di dalam negeri ternyata juga ada salah kirim. Tapi, kalau di dalam negeri, salah kirim terjadi di daerah yang masih satu provinsi, jadi mudah menangani,” ujar Komisioner KPU Ilham Saputra di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (20/3).
Menurutnya, kesalahan pengiriman surat suara hanya terjadi antarkabupaten. Namun, dia enggan mengungkapkan lebih lanjut, dan meminta menunggu data resmi dari Badan Pengawas Pemilu. Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menambahkan, kesalahan pengiriman surat suara jangan sampai terulang. Sebab, hal tersebut berpotensi menimbulkan dugaan adanya kecurangan pemilu. ”Kesalahan seperti itu tak boleh terulang lagi, karena bisa dituding sebagai kecurangan yang mengarahkan ke salah satu pasangan calon. Jadi KPU akan lebih berhati-hati,”tuturnya.
Dia menambahkan, kesalahan pengiriman surat suara untuk pemilu di luar negeri bisa disebabkan baik oleh produsen maupun distributor. Sebab, hal tersebut merupakan satu kesatuan. ”Kami pasti akan lebih hati-hati, transparan, meneliti logistik supaya jangan ada kesalahan. Sebab hari ini situasi dan tensi politik semakin tinggi, sehingga kesalahan sedikit saja bisa menjadi hal berbahaya,”tandas Pramono.
Sebelumnya, anggota Badan Pengawas Pemilu Mochamad Afifuddin mengatakan, pihaknya menemukan kesalahan dalam pengiriman sejumlah surat suara untuk pemilu di luar negeri. Berdasarkan data pengawas luar negeri, beberapa pengiriman surat suara tidak sesuai dengan tujuan seharusnya. Kesalahan tersebut, kata Afif, baru diketahui oleh Panitia Pengawas Luar Negeri (PPLN) pada Jumat (15/3) pagi saat melakukan pemeriksaan di lapangan.
Ada puluhan boks surat suara yang salah kirim. ”Pengiriman surat suara yang seharusnya ke Tawau (Malaysia) dan Manila (Filipina) nyasar ke Hong Kong. Ada sekitar 15 boks di Tawau harusnya masuk surat suara DPR 800 lembar, kemudian di Manila harusnya ada 1.600 surat suara DPR tapi itu malah terkirim ke Hong Kong,”paparnya.
Bawaslu, lanjut Afif, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kesalahan pengiriman surat suara sebanyak 2.400 lembar itu. Namun pihaknya sudah melaporkan temuan ini kepada KPU agar segera ditindaklanjuti.
Masalah DPT
Sementara itu, mantan Komisioner KPU Chusnul Mariyah meminta agar KPU mengakui persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih amburadul. Ia berharap KPU tidak menganggap kritik dan masukan sebagai upaya delegitimasi penyelenggara pemilu. “Rakyat butuh pengakuan KPU bahwa ada fakta DPT yang salah. Dengan mengakui itu kita tahu bagaimana cara memperbaikinya. Namanya juga manusia. Ini penting supaya rakyat bisa menerima,”katanya dalam diskusi “DPT Pilpres, Kredibel atau Bermasalah?” di Jakarta, kemarin.
Chusnul mengingatkan bahwa DPT merupakan salah satu hal mendasar dalam pemilu. Karena itu ia berharap KPU bersedia mengakui adanya kejanggalan pada DPT. “Kalau ada error, berapa persen error-nya. Ini penting. Jangan sedikit-sedikit merasa didelegitimasi. Tapi lakukan langkah koreksi,” lanjut Chusnul.
Ia meyakinkan bahwa kritik yang dialamatkan kepada KPU bertujuan positif. Karena itu KPU hendaknya tidak menempatkan pihakpihak yang mengkritisi sebagai upaya delegitimasi. (J22,A20-19)
Berita Terkait
Loading...
0 Comments :
Post a Comment