Judul Postingan : Hiburan Kaum Milenial Aceh di "Konser Tanpa Batas" - RENCONGPOST.COM
Share link ini: Hiburan Kaum Milenial Aceh di "Konser Tanpa Batas" - RENCONGPOST.COM
Hiburan Kaum Milenial Aceh di "Konser Tanpa Batas" - RENCONGPOST.COM

Oleh: Eko Densa |
Rencongpost.com, Aceh – Masyarakat Banda Aceh memang “haus hiburan”. Untuk itu diperlukan berbagai macam hiburan agar kita tidak stres dalam menjalani aktivitas pekerjaan setiap harinya.
Seperti halnya yang terlihat di lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh, Minggu (17/3) pada acara Deklarasi Milenial Anti Narkoba. Ribuan masyarakat memadati alun-alun kota smart city ini.
Disana berdiri megah panggung hiburan yang diisi musisi top dari Jakarta. Budi Doremi dan Maliq & D’Essentials diboyong ke Aceh guna menghapus kesan jika syariat Islam itu anti musik.
Pengunjung tampak antusias menyaksikan idolanya. Bergoyang, berjingkrak dan bernyanyi mereka lakukan, seakan menghilangkan penatnya.
Sebelumnya, konser serupa juga terjadi di tempat yang sama. Hari Minggu lalu, (10/3) di acara Milenial Road Safety Festival, grup band RAN tampil dihadapan ribuan generasi milenial.
Citra Aceh sulit didatangi musisi papan atas bisa kita hapus saat ini. Toh, kita melihat sendiri apa yang terjadi belakangan ini.
Kita, sebagai pecinta musik tak perlu jauh-jauh menontonnya sampai ke luar daerah. Di tanah rencong, sekarang sudah bisa. Tapi, ada poin-poin khusus yang harus dipatuhi oleh pihak penyelenggara.
Peraturan daerah atau qanun tidak melulu menjadi alasan konser-konser di Aceh sulit dilangsungkan.
Kerap kali, agenda konser di Aceh sulit mendapat izin karena ada pertimbangan dari berbagai macam hal lainnya.
Perlu diketahui, izin konser di Aceh harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.
Seperti, konser musik pada malam hari cenderung sulit diberikan izin oleh pemerintah daerah karena faktor syariat Islam.
Apabila izin diberikan, para penonton pria dan wanita harus terpisah sesuai peraturan yang berlaku.
Pada bulan September tahun lalu, konser Slank di Pidie batal digelar karena tidak mengantongi izin konser oleh para ulama. Padahal Kaka cs sudah menginjakan kaki di daerah kuliner apam ini.
Barangkali, sebagai catatan, konser di Aceh dapat digelar jika diadakan pada pagi atau sore hari, bukan malam hari.
Kemudian, area pembatas antara wanita dan pria bisa fleksibel, jika diadakan pada siang hari. Seperti yang terjadi di acara Deklarasi Milenial Anti Narkoba hari ini.
Pihak MPU Aceh pun turut diundang pada acara itu, seperti yang diucapakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak saat memberi kata sambutan di atas panggung.
“Saya hormati Ketua MPU Aceh atau yang mewakili,” ucap Kapolda Aceh.
Konser musik dilarang oleh kalangan ulama di Aceh karena dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku.
Sebab menurut ulama, konser musik itu indentik dengan kegiatan hura-hura yang tidak bermanfaat serta bercampurnya antara laki-laki dan perempuan. (eko)
0 Comments :
Post a Comment