Judul Postingan : 5 teknologi yang akan dihadapi di "Era Pasca-Digital" - Indotelko
Share link ini: 5 teknologi yang akan dihadapi di "Era Pasca-Digital" - Indotelko
5 teknologi yang akan dihadapi di "Era Pasca-Digital" - Indotelko
JAKARTA (IndoTelko) - Implementasi digital dianggap telah memberikan dampak kemajuan bisnis yang signifikan.Namun, dalam beberapa tahun ke depan, adopsi digital tidak lagi menjadi sebuah pembeda yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Perusahaan pun dihadapkan pada tantangan baru yang disebut era Pasca-Digital.Menurut laporan Accenture Technology Vision 2019 yang bertajuk "Era Pasca-Digital Sudah Di Depan Mata – Apakah Anda Siap untuk Selanjutnya?".Baca juga :
•
•
•
1. DARQ Power: Memahami DNA DARQ. Distributed ledger, artificial intelligence, extended reality, dan quantum computing (DARQ) akan menjadi rangkaian teknologi baru berikutnya untuk memicu perubahan langkah, memberikan kesempatan bagi bisnis-bisnis untuk menata ulang seluruh industri.Dari 89% eksekutif yang disurvei sudah mulai bereksperimen dengan satu atau lebih teknologi DARQ. Namun di Indonesia baru 43% saja. DARQ sendiri merupakan katalisator untuk perubahan, menawarkan kemampuan baru yang luar biasa dan memungkinkan bisnis untuk menata kembali seluruh industri.Ketika para eksekutif ini dimintai pendapatnya tentang urutan teratas teknologi DARQ yang harus diadopsi dan memiliki dampak terbesar pada organisasi mereka selama tiga tahun ke depan, 41% menunjuk AI lebih dari dua kali lipat dibandingkan jumlah teknologi DARQ lainnya.2. Get to Know Me: Membuka keunikan para konsumen dan beragam peluang. Interaksi yang didorong oleh teknologi menciptakan identitas teknologi untuk setiap konsumen, sebagai kunci untuk memahami generasi konsumen berikutnya, dan menghasilkan hubungan yang bersifat individual dan didasarkan pada pengalaman.Empat dari lima eksekutif (83%) setuju bahwa demografi digital memberi organisasi mereka cara baru untuk mengidentifikasi peluang pasar untuk kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi. Di Indonesia mencapai 97% dari eksekutif yang disurvei.3. Human+ Worker: Mengubah tempat kerja atau menghambat tenaga kerja. Tenaga kerja semakin menjadi Manusia+: setiap pekerja diberdayakan oleh keterampilan dan pengetahuan mereka, dan dilengkapi dengan serangkaian kemampuan berbasis teknologi.Saat ini, perusahaan harus mengadposi strategi teknologi untuk mendukung cara kerja baru di era pasca-digital. Dari hasil survei, ada 71% eksekutif global dan 50% di Indonesia yang setuju bahwa karyawan mereka lebih matang secara digital daripada organisasi mereka, sehingga tenaga kerja harus "menunggu" organisasi mengejar ketertinggalan. Namun yang masih ragu di Indonesia mencapai 30%.4. Secure Us to Secure Me: Perusahaan bukan korban, mereka adalah vektor. Jejaring ekosistem bisnis meningkatkan paparan perusahaan terhadap risiko. Para pemimpin menyadari bahwa sewaktu mereka berkolaborasi dengan seluruh ekosistem untuk memberikan produk, layanan, dan pengalaman yang terbaik di kelasnya, keamanan juga harus termasuk dalam upaya tersebut.Hanya 29% yang melaporkan bahwa mereka tahu bahwa mitra ekosistemnya bekerja dengan rajin, seperti mereka, agar memiliki kepatuhan dan ketangguhan berkenaan dengan keamanan. Namun di Indonesia hanya 7%, tetapi tingkat kepercayaannya mencapai 82%.5. MyMarkets: Memenuhi kebutuhan konsumen dengan kecepatan yang sangat tinggi. Teknologi membuat dunia memiliki berbagai pengalaman yang serba dikustomisasi dan sesuai permintaan. Maka perusahaan harus merekayasa ulang organisasi mereka untuk menemukan dan menangkap peluang-peluang tersebut. Sebanyak 85% setuju bahwa integrasi kustomisasi dan penyerahan yang bersifat real/near time merupakan gelombang besar berikutnya dalam hal keunggulan kompetitif. Di Indonesia kurang lebih sama.Menurut laporan Accenture, inovasi untuk organisasi di era pasca-digital ini melibatkan keingintahuan tentang bagaimana dunia di sekitar orang terbentuk dan pemilihan waktu yang tepat untuk menawarkan produk dan layanan mereka.
0 Comments :
Post a Comment