Badan Kesehatan Nasional Prancis Temukan Bahan Kimia Berbahaya dalam Popok Bayi - Tribun Manado

Badan Kesehatan Nasional Prancis Temukan Bahan Kimia Berbahaya dalam Popok Bayi - Tribun Manado Rss Online Badan Kesehatan Nasional Prancis Temukan Bahan Kimia Berbahaya dalam Popok Bayi - Tribun Manado, Kesehatan,

Judul Postingan : Badan Kesehatan Nasional Prancis Temukan Bahan Kimia Berbahaya dalam Popok Bayi - Tribun Manado
Share link ini: Badan Kesehatan Nasional Prancis Temukan Bahan Kimia Berbahaya dalam Popok Bayi - Tribun Manado

BACA JUGA


Badan Kesehatan Nasional Prancis Temukan Bahan Kimia Berbahaya dalam Popok Bayi - Tribun Manado

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO -  Bahan kimia berbahaya dalam popok bayi ditemukan oleh Badan Kesehatan nasional Prancis, Anses.

Hasil tes menemukan adanya zat yang berada di atas ambang batas keamanan sehingga berpotensi membahayakan kesehatan.

Dalam tingkat yang lebih rendah, tim peneliti menemukan pula bahan kimia senyawa glifosat (weedkiller glyphosate) untuk penghilang rumput liar yang keberadaannya masih kontroversial.

Baca: Jualan Barang di Desa Tumaluntung, WNA Asal China Diamankan Imigrasi Bitung

Baca: Polisi Temukan 1.000 Video Porno dan 2.000 Foto Hot Artis di Ponsel Muncikari Vanessa Angel

Anses mengatakan uji coba terhadap popok bayi ini merupakan yang pertama terhadap popok jenis tertentu di dunia.

Badan ini kemudian menyerukan agar dilakukan tindakan cepat guna "mempertimbangkan risiko yang mungkin ditimbulkan bahan kimia tersebut" pada bayi.

Namun demikian, Menteri Kesehatan Prancis Agnès Buzyn mengatakan keberadaan popok bayi tidak ada berisiko serius atau langsung terhadap kesehatan bayi .

"Jelas kami harus terus memakai popok pada bayi kami. Kami sudah melakukan itu selama setidaknya 50 tahun," katanya kepada kantor berita AFP.

Tetapi pernyataan bersama oleh para menteri kesehatan, keuangan dan lingkungan mengatakan pemerintah telah memberi tenggat waktu 15 hari kepada produsen popok agar membuat rencana aksi yang bertujuan menghilangkan zat beracun.

Sementara, Buzyn mengatakan pemerintah menerima permintaan penundaan dari produsen popok hingga enam bulan ke depan agar ada perubahan metode produksinya.

Penelitian ini dilakukan terhadap sejumlah merk popok bayi sekali pakai yang tersedia di pasaran Prancis.

Sekitar 4.000 popok semacam itu dapat digunakan dalam tiga tahun pertama kehidupan bayi, kata Anses.



Share on Google Plus

- Silly

-.

0 Comments :

Post a Comment