Menjaring Kerumuman Wisatawan Olahraga | Gaya Hidup - Gatra

Menjaring Kerumuman Wisatawan Olahraga | Gaya Hidup - Gatra Rss Online Menjaring Kerumuman Wisatawan Olahraga | Gaya Hidup - Gatra, Olahraga,

Judul Postingan : Menjaring Kerumuman Wisatawan Olahraga | Gaya Hidup - Gatra
Share link ini: Menjaring Kerumuman Wisatawan Olahraga | Gaya Hidup - Gatra

BACA JUGA


Menjaring Kerumuman Wisatawan Olahraga | Gaya Hidup - Gatra

MagelangGatra.com - Banyak pihak memandang sebelah mata saat MesaStila Challenge digelar kali pertama tahun 2011, bakal membuka potensi wisata. Memadukan event olahraga dalam kemasan pariwisata, dulu belum umum.

Saat itu, ide para peserta maraton MesaStila Challenge berlari mengikuti laju kereta uap kuno dari Stasiun Ambarawa, dianggap aneh.

“Waktu kita mulai tahun 2011 belum ada (sport tourism). Kita dibilang ini MesaStila aneh-aneh saja. Masa bikin event ngejar kereta. Itulah namanya kreatifitas. Dulu tidak ada yang membayangkan,” kata General Manager MesaStila Resort & Spa, Sugeng Sugiantoro, Minggu (6/10).

Sekarang setiap tahun MesaStila menggelar event lari lintas alam, salah satu yang terbesar di Jawa Tengah. Ada lebih dari 5 agenda trail run di Indonesia, termasuk Lawu Trail Run, Tretes Night Run (Pasuruan), Gede Pangrango 100 Ultra (Jawa Barat), dan Bromo Tengger Semeru Ultra.

Menurut Sugeng, ide menggelar event olahraga dalam kemasan wisata bertujuan menggaet pangsa pasar. Dulu nama MesaStila belum moncer karena lokasinya yang jauh dari lokasi tujuan wisata.

Dibutuhkan inovasi untuk menciptakan pangsa pasar. “Kita ini in the middle of no where. Kita bukan di lokasi tujuan wisata. Kalau kita tidak kreatif, tutup kita. Tidak ada bisni,”ujarnya. 

Event MesaStila Challenge (sekarang berganti nama menjadi MesaStila 100) terbukti efektif melambungkan nama MesaStila Resort & Spa. Fasilitas resort bintang 5 ini selalu penuh tamu pada musim liburan.

Manajemen mulai melihat agenda tahunan lari lintas alam sebagai investasi marketing. Menciptakan event yang menjadi magnet bagi kumpulan orang untuk datang berkunjung ke MesaStila.

“Kita bawa crowd atau kerumunan ke sini untuk melihat. Di sini, di Desa Losari, Grabag, Magelang ada resort secantik ini yang tidak kalah dengan hotel bintang 5 di Bali,” kata Sugeng.

Apalagi event besar MesaStila 100 kemudian juga ikut menggerakan perekonomian desa. Lebih dari 400 orang, termasuk 338 atlet lari menginap di resort dan penginapan-penginapan yang dikelola oleh warga.

Hal itu kata Sugeng sesuai komitmen MesaStila sejak kali pertama beroperasi tahun 2004, harus bermanfaat untuk masyarakat sekitar. “Karyawan kami yang staf, 80 persen warga lokal sini. Jadi ini tidak hanya (persoalan) bisnis," ucapnya. 


Reporter: Angga Haksoro Ardhi
Editor: Budi Arista




Share on Google Plus

- Silly

-.

0 Comments :

Post a Comment