Judul Postingan : Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat, Gubernur Ingatkan Hasilnya Harus Jadi Langkah Perbaikan - Tribun Kaltim
Share link ini: Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat, Gubernur Ingatkan Hasilnya Harus Jadi Langkah Perbaikan - Tribun Kaltim
Evaluasi Program Kesehatan Masyarakat, Gubernur Ingatkan Hasilnya Harus Jadi Langkah Perbaikan - Tribun Kaltim

TARAKAN - Evaluasi, merupakan bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan yang baik. Sebab, evaluasi digunakan untuk menilai apakah yang dikerjakan sudah bermanfaat bagi masyarakat. Juga, apakah yang dikerjakan telah memenuhi target atau tidak dan lainnya.
Sementara hasilnya, penting sebagai feedback untuk melakukan langkah perbaikan saat melaksanakan tugas di masa mendatang.
Demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie saat membuka Pertemuan Evaluasi Program Dalam Upaya Penyelesaian Masalah Kesehatan Masyarakat Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kayan Multifunction Hall-Hotel Tarakan Plaza, Rabu (7/8/2019).
Dikatakan Gubernur, urusan kesehatan menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. "Salah satu perwujudannya, adalah kehadiran dan kebijakan pemerintah di bidang kesehatan. Bukan sekedar retorika atau janji semata," urai Irianto.
Kesehatan, menurut Gubernur adalah manifestasi martabat sebuah bangsa. Dari itu, masyarakat juga tenaga kesehatan harus berpikir untuk maju dengan mengubah apa yang dilakukan selama ini lewat perubahan cara berpikir dan karakter.
"Pemerintah Indonesia, pada era Presiden Joko Widodo menempatkan isu kesehatan pada Nawa Cita ke-5. Dimana, isunya adalah meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Untuk itu, dimanifestasikan lewat alokasi APBN berbentuk DAK (Dana Alokasi Khusus). Disamping melalui APBD kabupaten, kota juga provinsi," ulas Gubernur.
Sebagai bahan evaluasi, Irianto juga memaparkan data pembangunan kesehatan di Kaltara. Sesuai informasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Indeks Keluarga Sehat (IKS) masih dibawah rata-rata nasional, yakni 0,218 persen.
Lebih rinci, berdasarkan kunjungan keluarga dan intervensi awal program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga (PIS-PK) Provinsi Kaltara, status pendataan Kabupaten Bulungan sudah mendata keluarga sebanyak 31.089, Nunukan 14.114, Tarakan 22.769, Malinau 470, dan Tana Tidung 2.375.
“Hal ini juga mempunyai kendala dalam pelaksanaan pendataan PIS-PK ini, termasuk pencapaian IKS yang masih rendah. Salah satunya, lantaran adanya perbedaan jumlah KK di desa dengan hasil pendataan yang dilakukan petugas Puskesmas,” jelas Irianto.
Di Kaltara sendiri, ada 5 isu strategis kesehatan. Dimana, pencapaian target prioritas kesehatan atas 5 isu strategis tersebut pada triwulan II 2019, untuk persentase cakupan imunisasi dasar lengkap di Kaltara sebesar 4.069 (29,2 persen) dari total sasaran 13.917, data status gizi (sangat pendek) usia 0-59 sebesar 569 kasus, untuk jumlah kasus tuberculosis Provinsi Kaltara sebanyak 465 dengan persentase CDR sebanyak 50 persen.
0 Comments :
Post a Comment