Bocah asal Bogor Ciptakan Sejumlah Aplikasi Berawal dari Hobi Gim Halaman all - KOMPAS.com

Bocah asal Bogor Ciptakan Sejumlah Aplikasi Berawal dari Hobi Gim Halaman all - KOMPAS.com Rss Online Bocah asal Bogor Ciptakan Sejumlah Aplikasi Berawal dari Hobi Gim Halaman all - KOMPAS.com, Aplikasi,

Judul Postingan : Bocah asal Bogor Ciptakan Sejumlah Aplikasi Berawal dari Hobi Gim Halaman all - KOMPAS.com
Share link ini: Bocah asal Bogor Ciptakan Sejumlah Aplikasi Berawal dari Hobi Gim Halaman all - KOMPAS.com

BACA JUGA


Bocah asal Bogor Ciptakan Sejumlah Aplikasi Berawal dari Hobi Gim Halaman all - KOMPAS.com

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bermain gim online tak sepenuhnya membawa dampak buruk bagi anak, asalkan orangtua menyeimbangkannya dengan kegiatan lain.

Demikianlah yang disampaikan Abdul Hakim Budiman (42), orangtua dari bocah pencipta platform e-Learning atau metode pembelajaran digital asal Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ternyata, main gim dapat memberi manfaat bahkan bisa menghasilkan karya. Lalu, apa bukti karya yang dihasilkan dari seorang pemain gim?

Muhammad Hafizh Bayhaqi (12), di usia 3 tahun, ia sudah bermain gim orang dewasa seperti Point Blank.

Baca juga: Permudah Siswa Belajar, Bocah 12 Tahun Ini Buat Aplikasi Pembelajaran Digital

Melihat hal itu, Abdul mengarahkannya untuk belajar algoritma, seiring berjalannya waktu sang anak lalu belajar coding atau bahasa pemrograman komputer secara otodidak.

Bocah dua bersaudara ini lantas memilih home schooling di bawah arahan ayahnya, menyusul sang adik bernama Muhammad Alfarizi Bayhaqi (9).

"Iya, main gim itu kami belokin pelan-pelan, jadi di umur 3 tahun dia sudah main Point Blank sekarang main juga, cuman kami kendalikan, kami arahkan, saya kasih waktu setelah pulang ngaji," ucap Abdul, saat ditemui Kompas.com, Kamis (25/7/2019).

Alhasil, pada usia 10 tahun ia sudah membuat aplikasi belajar yang dikemas seperti permainan yaitu aplikasi Good Math. Saat itu, Hafizh meraih juara satu mengalahkan pesaingnya dalam lomba Digital Nation.

Sebelum itu, ia juga pernah membuat aplikasi serupa yaitu Quiz Matematika dan Puzzle Kartini.

Saat ini, kata Abdul, sang anak terus mengembangkan Learning Management System yang di beri nama Pintar.online.

Platform itu dibuat sendiri oleh Hafizh dibantu dengan rekan seusianya bernama Naisyilla Nurina Rahmawati (14), yang mengurus bagian desain untuk tampilan gambar.

Abdul mengaku, ide anak pertamanya itu muncul berawal karena keinginan untuk membantu adiknya belajar.

"Tahun 2017 dia juara satu pengalaman di gim itu akhirnya sekarang dikembangkan ilmunya karena kalau dia hanya terpaku di situ, akan di situ saja. Tetapi, kalau web sifatnya lebih luas kemudian bisa berkontribusi untuk masyarakat," terang dia.

Abdul menyebut, Pintar Online dapat digunakan guru sekolah di Indonesia untuk membuat konten pelajaran dan juga soal-soal bagi siswanya, dengan fitur-fitur yang memudahkan tanpa perlu keahlian coding.

Sehingga, diharapkan murid dapat kesempatan melakukan pengulangan pelajaran di mana saja dan kapan saja tanpa dipungut biaya alias gratis. Selain itu, orangtua pun dapat memantau perkembangan akademis hingga absensi kehadiran di sekolah.

"Biasanyakan ada anak pemalu, di kelas penakut enggak pernah tanya terus nilainya jelek dan enggak ada kesempatan untuk mengulang, kalau di sini ada kesempatan dia bisa ulang sampai nilainya bagus," ujar dia.

Platform tersebut diciptakan untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK, namun keinginan mulia itu harus menghadapi serangkaian tantangan seperti kurangnya pendanaan sehingga sosialisasi sangat terbatas.

Baca juga: Ingin Berhenti dari Kecanduan Narkoba? Coba Gunakan Aplikasi Ini

Hafizh menawarkan platform tersebut secara gratis melalui seminar online dengan para guru di seluruh Indonesia yang difasiltasi seamolec.

Akibatnya, Pintar Online hanya digunakan di 54 sekolah di seluruh Indonesia sementara untuk sekolah di Bogor tak ada satu pun yang menggunakan.

Meski begitu, Abdul mengaku bersyukur sudah menggunakan teknologi terbaru yakni Progressive Web Apps (PWA) yaitu situs web yang mobile-friendly sehingga untuk mengunduh Pintar Online tak melulu lewat play store.

"Di Bogor belum ada karena enggak ada sosialisasi, karena sifatnya free ya kita mungkin kenalkan lewat FB, kemudian karena kemarin juga ada seminar online guru se-Indonesia dan Hafidz jadi narasumber untuk menjelaskan program dia tentang e-Learning, dari situ langsung banyak yang tertarik utamanya sekolah dari luar Bogor," ujar dia.



Share on Google Plus

- Silly

-.

0 Comments :

Post a Comment