Judul Postingan : Tanpa Akun, Aplikasi Android Masih Kirim Data ke Facebook? - Medcom ID
Share link ini: Tanpa Akun, Aplikasi Android Masih Kirim Data ke Facebook? - Medcom ID
Tanpa Akun, Aplikasi Android Masih Kirim Data ke Facebook? - Medcom ID
Jakarta: Sejumlah aplikasi versi Android seperti Yelp dan Duolingo dilaporkan masih mengirimkan data yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengguna secara personal untuk pelacakan iklan, secara langsung kepada Facebook setelah pengguna masuk.Informasi ini dilaporkan oleh kelompok pengawas dan amal berbasis di Inggris, bernama Privacy International. Transfer data ini terjadi bahkan saat pengguna tidak mengakses aplikasi Facebook di perangkat atau tidak memiliki akun Facebook aktif.
Selain Yelp dan Duolingo, PI menemukan dua aplikasi Muslim serta aplikasi alkitab nasrani dan aplikasi pencarian pekerjaan bernama Indeed, turut mengirimkan data serupa kepada Facebook yang berfungsi untuk membantu mengidentifikasi pengguna untuk tujuan iklan tertarget saat menjelajahi jejaring sosial.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
PI tidak menjelaskan secara terperinci tipe data yang dikirimkan oleh aplikasi tersebut, selain saat pengguna mengakses aplikasi. Namun laporan PI menyebut transmisi ini juga berpeluang untuk mengungkap identifikator khusus, membantu Facebook melacak pengguna di seluruh jaringan layanan, dan waktu pengguna mengakses Facebook pada perangkat mobile.
Laporan ini turut didukung laporan investigasi serupa yang dirilis pada bulan Desember lalu, mengungkap aplikasi Android kenamaan mengirim data ke Facebook tanpa sepengetahuan pengguna dan tanpa pemberitahuan yang sesuai.
Hal tersebut turut mengindikasikan bahwa permasalahan ini terjadi baik di platform Android maupun iOS.
Pada bulan Februari lalu, Wall Street Journal mengungkap penyematan serangkaian alat pengembang yang sama untuk mengumpulkan data terkait waktu penggunaan aplikasi mobile dan mengirimkannya ke Facebook, pada aplikasi iPhone.
Namun, Apple disebut mampu menghadirkan perlindungan lebih baik berkat dukungan regulasi privasi yang lebih ketat. Laporan PI turut menyebut, karena data dikirimkan dengan identifikator unik, penanda periklanan Google milik pengguna menjadi lebih mudah untuk dikaitkan ke profil untuk menggambarkan minat, identitas dan rutinitas harian pengguna.
Laporan ini menjadi nilai buruk lain bagi rapor Facebook, setelah sebelumnya kehilangan kepercayaan penggunanya akibat skandal privasi data dengan Cambridge Analityca. Pada bulan Februari lalu, Wall Street Journal mengungkap sejumlah pengembang aplikasi iOS ternama menggunakan alat analitik Facebook untuk tujuan iklan tertarget.
(MMI)
0 Comments :
Post a Comment