Selamat atas Bruder Petrus, OFM, Guru Sains yang Menangkan '2019 Global Teacher Prize' - Amorpost Berita Katolik

Selamat atas Bruder Petrus, OFM, Guru Sains yang Menangkan '2019 Global Teacher Prize' - Amorpost Berita Katolik Rss Online Selamat atas Bruder Petrus, OFM, Guru Sains yang Menangkan '2019 Global Teacher Prize' - Amorpost Berita Katolik, Sains,

Judul Postingan : Selamat atas Bruder Petrus, OFM, Guru Sains yang Menangkan '2019 Global Teacher Prize' - Amorpost Berita Katolik
Share link ini: Selamat atas Bruder Petrus, OFM, Guru Sains yang Menangkan '2019 Global Teacher Prize' - Amorpost Berita Katolik

BACA JUGA


Selamat atas Bruder Petrus, OFM, Guru Sains yang Menangkan '2019 Global Teacher Prize' - Amorpost Berita Katolik

Selamat atas Bruder Petrus, OFM, Guru Sains yang Menangkan ‘2019 Global Teacher Prize’, Amorpost.com – Sungguh luar biasa prestasi Petrus Tabichi. Seperti yang diberitakan dalam portal berita bbc (25/3/2019), Bruder Petrus adalah seorang anggota ordo Fransiskan yang memenangkan ‘2019 Global Teacher Prize’.

Ia dipuji atas prestasinya di sekolah yang miskin dengan kelas-kelasnya sungguh padat dengan hanya beberapa buku teks. Dia ingin murid melihat “sains sebagai cara untuk menggapai masa depan mereka.”

Pernghargaan bergengsi yang yang dilakukan di Dubai itu sebagai ajang pengakuan akan komitmen guru-guru yang memiliki prestasi yang luar biasa terhadap murid-murid di bagian terpencil Lembah Kenya.

Lebih daripada itu, dia memberikan 80% dari gajinya untuk mendukung murid, di salah satu SMA di Desa Pwani, Nakuru, yang notabenennya tidak mampu membeli seragam atau buku.

Bruder Petrus, OFM, Guru Sains yang Menangkan '2019 Global Teacher Prize'

Bruder Petrus, OFM, Guru Sains yang Menangkan ‘2019 Global Teacher Prize’ (Foto: Varkey Fondation)

Meningkatkan sains
“Ini bukan soal uang,” kata Bruder Petrus, yang muridnya hampir semuanya berasal dari keluarga yang sangat kurang mampu. Banyak yang yatim piatu atau kehilangan orang tua.

Guru yang berusia 36 tahun itu ingin meningkatkan aspirasi dan mempromosikan tujuan sains, tidak hanya di Kenya tetapi di seluruh Afrika. Setelah memenangkan hadiah tersebut, Bruder Petrus memuji potensi populasi muda Afrika.

“Sebagai seorang guru yang bekerja di garis depan, saya telah melihat janji anak-anak mudanya – keingintahuan, bakat, kecerdasan mereka, kepercayaan mereka, ujarnya.

Lebih lanjut, “Orang-orang muda Afrika tidak akan lagi terhambat oleh harapan yang rendah. Afrika akan menghasilkan ilmuwan, insinyur, pengusaha yang suatu hari akan terkenal di setiap sudut dunia. Dan anak-anak Afrika akan menjadi bagian besar dari cerita ini.”

Penghargaan tersebut dijalankan oleh Varkey Foundation dimana dari Bruder Petrus dinilai mengalahkan 10.000 nominasi lainnya dari 179 negara. Ia adalah seorang biarawan Fransiskan yang luar biasa.

Bruder Petrus mengatakan bahwa ada “tantangan dengan kurangnya fasilitas” di sekolahnya, termasuk tidak cukup buku atau guru. Kelas yang dimaksudkan untuk memiliki 35 hingga 40 murid diajarkan dalam kelompok yang terdiri dari 70 atau 80, yang, katanya, berarti ruang kelas yang penuh sesak dan masalah bagi guru.

Kurangnya koneksi internet yang dapat diandalkan berarti dia harus pergi ke warnet untuk mengunduh sumber daya untuk pelajaran sainsnya. Dan banyak murid berjalan lebih dari empat mil (6 km) di jalan yang buruk untuk mencapai sekolah.

Tetapi Bruder Petrus dengan rendah hati mengungkapkan bahwa dia bertekad untuk memberi mereka kesempatan untuk belajar tentang sains dan untuk meningkatkan wawasan mereka. Murid-muridnya telah berhasil dalam kompetisi sains nasional dan internasional, termasuk penghargaan dari Royal Society of Chemistry di Inggris.

Para juri mengatakan bahwa pekerjaannya di sekolah telah “secara dramatis meningkatkan prestasi murid-muridnya”, dengan banyak lagi sekarang pergi ke perguruan tinggi atau universitas, meskipun sumber daya di sekolah-sekolah itu “sangat dibatasi”.

Kemudian Bruder Petrus mensharingkan bahwa sebagian dari tantangannya adalah membujuk masyarakat setempat untuk mengakui nilai pendidikan, mengunjungi keluarga-keluarga yang anak-anaknya berisiko putus sekolah.

Dia mencoba untuk mengubah pikiran keluarga yang berharap anak perempuan mereka menikah pada usia dini. OLeh karena itu ia mendorong mereka untuk menjaga anak perempuan mereka tetap bersekolah dulu baru menikah. Sungguh Hebat Bruder Petrus, OFM. Semoga Bruder yang hebat ini diteladani oleh kita di Indonesia, Shalom Amores….

Sumber: dilansir dari bbc



Share on Google Plus

- Silly

-.

0 Comments :

Post a Comment