Pemerintah China klaim basmi 7.000 lebih aplikasi berbahaya - tek.id

Pemerintah China klaim basmi 7.000 lebih aplikasi berbahaya - tek.id Rss Online Pemerintah China klaim basmi 7.000 lebih aplikasi berbahaya - tek.id, Aplikasi,

Judul Postingan : Pemerintah China klaim basmi 7.000 lebih aplikasi berbahaya - tek.id
Share link ini: Pemerintah China klaim basmi 7.000 lebih aplikasi berbahaya - tek.id

BACA JUGA


Pemerintah China klaim basmi 7.000 lebih aplikasi berbahaya - tek.id

Pemerintah China klaim basmi 7.000 lebih aplikasi berbahayaIlustrasi penggunaan aplikasi (pexels)

Pemerintah China baru saja mendirikan sebuah badan baru yang bernama regulator dunia maya. Mereka membuat lembaga tersebut untuk mengontrol aplikasi dan gim yang dapat beredar di negara tersebut.

Selama menjalankan tugas, badan yang bernama Cyberspace Administration of China (CAC) tersebut telah menghapus 7.873 aplikasi seluler yang dianggap berbahaya. Alasan dari pemblokiran aplikasi tersebut pun beragam.


BACA JUGA

Resident Evil 2 Remake capai 3 juta kopi dalam seminggu

Unity ciptakan gim khusus untuk ajari AI

Steam kembali ditinggalkan pengembang gim


Engadget (29/1) melaporkan, aplikasi tersebut diblokir diantaranya melalui pengaduan yang dilakukan oleh pengguna, karena mereka merasa mendapati banyak iklan di dalam aplikasi tersebut. Beberapa aplikasi lain diblokir karena mencuri data penggunanya.

Salah satu aplikasi yang terpengaruh oleh pembersihan tersebut adalah Fruit Ninja. Sayangnya tidak terlalu jelas, apakah CAC memblokir gim asli atau memblokir gim palsu yang menggunakan nama yang sama. 

Kabarnya, gim yang bernama Fruit Ninja tersebut diketahui menipu orang untuk mendaftar ke layanan berbayar tanpa mereka ketahui. Selain itu, gim Bathroom Goddess and Naughty Housemaid juga diblokir dengan alasan pencurian data dan lainnya.

Selain pembersihan aplikasi, CAC mengklaim bahwa mereka telah menghapus lebih dari 7 juta informasi online. Mereka juga mengecam aplikasi berita Tencent karena memposting "informasi yang tidak sopan", yang mencontohkan masalah yang terjadi antar perusahaan tersebut dengan pemerintah.



Share on Google Plus

- Silly

-.

0 Comments :

Post a Comment