Judul Postingan : News JK Bicara Teknologi yang Ancam Bisnis dan Lapangan Kerja RI 22 January 2019 13:12 - CNBC Indonesia
Share link ini: News JK Bicara Teknologi yang Ancam Bisnis dan Lapangan Kerja RI 22 January 2019 13:12 - CNBC Indonesia
News JK Bicara Teknologi yang Ancam Bisnis dan Lapangan Kerja RI 22 January 2019 13:12 - CNBC Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir membawa dampak terhadap kondisi bisnis dan lapangan kerja di berbagai negara di seluruh dunia.Tak terkecuali bagi Indonesia. Hal tersebut, pun mendapatkan perhatian khusus dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), yang menganggap perkembangan teknologi membuat banyak perubahan.
"Ekonomi memang tumbuh 5%. Tapi orang berkantor di mana saja akibat teknologi. Namanya global small bussiness," kata Wapres dalam acara Indonesia Development & Business Summit New Construction Opportunity 2019 Beyond Infrastructures di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (22/1/2019).
"Perusahaan kecil berkantor dari rumah, dari garasi. [...] Ini mengurangi permintaan kantor yang gede-gede," jelasnya.
![]() |
Menurut JK, perkembangan teknologi membuat para pengusaha bisa menjalankan roda bisnisnya dengan mudah. Namun, tak semua bisnis bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.
"Hanya dua komputer, sudah bisa jual barang di dunia ini. [...] Bill Gates memulai dari garasi, Mark Zuckerberg dari asramanya. Semua itu tumbuh dengan teknologi," jelasnya.
Imbasnya, berbagai pekerjaan yang bersifat rutin akan digantikan dengan robot-robot yang dianggap lebih efisien dan lebih mudah diatur dibandingkan pekerja manusia.
Pemerintah, sambung dia, pun memahami kondisi tersebut. Namun, berkaca dari fenomena yang terjadi, masih ada peluang yang bisa dimanfaatkan dari perkembangan teknologi.
"20 tahun yang lalu ada wartel. Telepon masih sulit. Begitu sekarang di HP, semua wartel mati. Tapi timbul kios penjual pulsa. Jadi tetap ada pekerjaan," ujar JK.
"Tapi lama-lama juga orang beli pulsa otomatis, tidak perlu lagi ke penjual pulsa dengan fintech, macam-macam. Maka kemudian mati lagi, timbul lagi. Ini semua teknologi," tegasnya.
Sebagai informasi, jumlah robot industri yang bekerja di seluruh dunia diperkirakan mencapai 2,6 juta secara total hingga 2019, menurut World Development Report 2019 yang dirilis Bank Dunia Oktober lalu.
Meski merebut pekerjaan rutin tadi, perkembangan teknologi sebenarnya juga menciptakan berbagai pekerjaan baru, seperti pengembang aplikasi mobile, manajemen risiko untuk fintech, hingga pembuat desain virtual reality, dikutip dari laporan tersebut.
[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)
0 Comments :
Post a Comment